foto1
foto1
foto1
foto1
foto1

Activity Calendar

<<  September 2017  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Perhatian pemerintah bagi kaum lansia atau lanjut usia di Indonesia masih dirasa sangat kurang. Di Negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat (AS), pemerintahnya sudah lama mengembangkan sistem jaminan sosial yang menjamin kualitas hidup kaum lansia.

Kehadiran negara terutama dirasakan oleh lanjut usia yang benar-benar tidak mampu dan terlantar dengan menampung mereka di dalam panti-panti yang dibangun pemerintah yang tentu saja dengan standar layanan kualitas hidup yang minimum. Dalam hal ini, pemerintah belum menjangkau masyarakat lanjut usia yang memiliki kemampuan finansial yang cukup atau berlebih. Oleh
karena itu, kesempatan ini bisa diisi oleh pengusaha swasta di sector senior living. Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) hadir untuk memperjuangkan nasib para lansia di Indonesia. Berikut petikan wawancara Redaksi Indonesian Industry dengan Ketua ASLI, Marlin Marpaung.

Bagamana kecenderungan masyarakat & negara dalam menjaga dan merawat lansia di Indonesia?
Dalam situasi seperti ini, peran negara di negara maju sudah lama mengembangkan system jaminan sosial yang mampu menjangkau
pelayanan kualitas hidup lanjut usia (orang tua) baik dari aspek layanan kesehatan fisik & jiwa maupun kebutuhan sosial dan spiritual. Sistem jaminan hari tua tersebut menjadi solusi bagi lanjut usia untuk dapat menikmati hidup usia emas dalam standar kualitasyang sudah direncanakan sesuai besaran premi yang dibayarkan sejak usia produktif. Tentu saja bagi warga negara yang
tidak mampu, negara menyediakan standar layanan yg berbeda.

Bagaimana kecenderungan lansia Indonesia dalam menghabiskan masa tuanya, dibandingkan dengan di sejumlah negara seperti Jepang misalnya?
Secara garis besar gaya hidup lansia Indonesia pada masa saat ini adalah tinggal di senior living yang dekat dengan tinggal anak-cucunya. Setiap waktu tertentu (2-3x sebulan) bisa bisa bercengkerama dengan anak dan cucu.


Sejumlah pengembang telah membangun hunian dengan konsep senior living untuk para kaum manula.Seberapa besar potensi pasar bagi pengembangan bisnis ini?
Kalau dilihat dari sosial ekonomi lansia Indonesia, 15.8% diantaranya terlantar atau miskin, 25,82% berskala ekonomi cukup dan
mayoritas memillki ekonomis social yang baik atau kaya sebesar 58,38%. Jumlah lansia berekonomi baik dan kaya secara absolut lebih dari 4,6 juta orang dan mayoritas bertempat tinggal di kota besar terutama Jabodetabek dan Bandung. Trend pertumbuhan penduduk lansia terus meningkat setiap tahun dan rasio percepatan pertambahan penduduk lansia akan stabil setelah tahun 2050 (diproyeksikan 17,5% dari total populasi).


Apa yang paling dibutuhkan oleh para lansia di retirement home dengan konsep senior living tersebut?
Sebenarnya yang dibutuhkan lansia dalam hidup di usia emas tidak jauh berbeda dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan asal. Diantaranya hunian, insfrastruktur pendukung, fasilitas dan sarana dan tenaga ahli yang berpengalaman.

Sumber:  MEUTIA FEBRINA / INDONESIA INDUSTRY / OKTOBER 2015

Our Partners

  • 3371.jpeg
  • Partners_02.jpg
  • partners_03.jpg
  • partners_05.jpg
  • partner_04.jpg